Minggu, 18 Oktober 2015

MPA Khatulistiwa Diancam Dibekukan

PD 1 bersama waker dan satpam saat menggembok kesekretariatan (doc.arif)


JEMBER, Manifest – Pembantu Dekan 1  Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) mengancam membekukan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Khatulistiwa. Siswoyo selaku PD1 FTP UJ bersama beberapa waker dan juga satpam melakuakan penggembokan terhadap ruang kesekretariatan MPA Khatulistiwa, sebelum ancaman pembekuan organisasi tersebut tercetus. Peraturan Jam Malam menjadi alasan utama pembekuan itu dilakukan. “Karena ini sudah melanggar ketentuan (jam malam) “, katanya saat memberi penjelasan kepada pengurus Khatulistiwa.
Penggembokan ruang kesekretariatan tersebut bersamaan saat beberapa pengurus MPA Khatulistiwa melakukan persiapan “ Konser Amal Peduli Salim Kancil “. Hal itu juga yang membuat pengurus MPA Khatulistiwa melakukan kegiatan sampai melewati batas jam malam. Karena banyak hal yang perlu disiapkan mulai dari perlengkapan hingga dekorasi panggung, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Rianto selaku ketua umum dari MPA Khatulistiwa juga tidak memungkiri bahwa ada ancaman pembekuan organisasi yang dilakukan PD1. “ Iya tadi ada statement akan di bekukan “, jelasnya. Rianto juga menyesalkan sikap dari PD1 yang sampai melakukan ancaman pembekuan terhadap organisasinya. Sedangkang sebelumnya belun ada peringatan dari pihak waker maupun birokrasi. “ seharusnya sebelum dilakukan pembekuan, dilakukan peringatan terlebih dahulu “, tungkasnya.
Kegiatan yang dilakukan oleh MPA Khatulistiwa juga sudah jelas. Tidak ada kegiatan yang bersifat melanggar norma-norma sosial. “ Tidak selayaknya lah sampai dibekukan, karena mahasiswanya juga tidak melakukan tindakan yang senonoh “, kata Abraham selaku ketua umum dari Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga Sahara (UKM-O SAHARA) [JK].

Penggembokan Kesekretariatan oleh PD 1

Memfoto : Siswoyo setelah menggembok kesekretariatan MPA Khatulistiwa (doc.arif)

JEMBER, Manifest – (17/10) Sekretariat MPA Khatulistiwa, di gembok oleh Siswoyo selaku pembantu dekan I (PD I) FTP UJ. Tadi siang sekitar pukul 01.00 WIB, PD I bersama beberapa orang waker dan satpam FTP UJ mendatangi sekretariat MPA Khatulstiwa yang terletak di Gedung F FTP UJ. Mereka membawa beberapa perlengkapan yang akan digunakan untuk menutup sekretariat MPA Khatulisitwa.
“Mana ijinnya ?” ujar PD I dengan nada tinggi. “Ijin kegiatan ini beda dengan ijin penggunaan ruang” Imbuhnya. Menurut PD I, MPA Khatulistiwa melanggar ketentuan jam malam, walaupun mereka telah memliki ijin kegiatan untuk melaksanakan kegiatan yang juga dilaksanaakan pada hari itu juga.
Sebelumnya penggembokan telah dilakukan sejak pagi hari. Penggembokan kesekretariatan dilakukan ketika masih terdapat salah satu anggota MPA Khatulistiwa yang sedang tidur di dalamnya, hal tersebut dilaksanakan tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Akhirnya anggota MPA Khatulstiwa mengambil insiatif untuk membuka gembok dari luar dengan menggunakan kunci lain. Karena mengetahui pintu sekretariat telah terbuka, PD I meminta untuk digembok kembali.
Menurut Riyanto yang akrab dipanggil Tongar, selaku ketua umum MPA Khatulstiwa tidak ada peringatan sebelumnya dari waker sejak malam sebelumnya. Pada malam (16/10) MPA Khatulstiwa melakuakan rapat koordinasi hingga larut malam. Ia mengatakan telah memberitahukan kepada waker bahwasannya kegiatan ini persiapannya dilakuakan hingga larut malam.
“Waker pun jika tidak memperbolehkan malam ”silahakan mas keluar” gitu loh, kenapa harus pak sis, waker pun kita akan dengarkan” Ujar Tongar. “Apakah tidak ada toleransi hal seperti ini? Toh besoknya kita akan ada kegiatan”  Imbuhnya.  Kita juga sedang membangun sekretariat, dengan membuat kegiatan agar tidak terbentur dengan kuliah. “Saya juga telah berkegiatan sabtu minggu” terangnya [AF].
Copyright © 2014 LPM Manifest